AGAMA BUDDHA

Page 1 of 3 1, 2, 3  Next

View previous topic View next topic Go down

AGAMA BUDDHA

Post  beruk on Fri Jan 02, 2009 10:14 pm

Pernah dengar kata agama Buddha lain sikit doktrin2nya...agama Buddha tdk percaya sama Tuhan, memandangkan Tuan Merpati sangatlah arif dlm ilmu2 agama..boleh tak ceritakan sedikit berkaitan agama Buddha?? kalo tdk percaya Tuhan masakan dipanggil agama, siapa tukang hisab dosa pahala pengikut2nya nanti?? Question Question Question

beruk

Jumlah posting: 303
Registration date: 30/12/2008

View user profile

Back to top Go down

Re: AGAMA BUDDHA

Post  beruk on Fri Jan 02, 2009 10:15 pm

Ketuhanan Yang Maha Esa dalam Agama Buddha

Oleh : Corneles Wowor, M.A.


Ketahuilah para Bhikkhu bahwa ada sesuatu Yang Tidak Dilahirkan, Yang Tidak Menjelma, Yang Tidak Tercipta, Yang Mutlak. Duhai para Bhikkhu, apabila Tidak ada Yang Tidak Dilahirkan, Yang Tidak Menjelma, Yang Tidak Diciptakan, Yang Mutlak, maka tidak akan mungkin kita dapat bebas dari kelahiran, penjelmaan, pembentukan, pemunculan dari sebab yang lalu. Tetapi para Bhikkhu, karena ada Yang Tidak Dilahirkan, Yang Tidak Menjelma, Yang Tidak Tercipta, Yang Mutlak, maka ada kemungkinan untuk bebas dari kelahiran, penjelmaan, pembentukan, pemunculan dari sebab yang lalu.

Ungkapan di atas adalah pernyataan dari Sang Buddha yang terdapat dalam Sutta Pitaka, Udana VIII : 3, yang merupakan konsep Ketuhanan Yang Mahaesa dalam agama Buddha. Ketuhanan Yang Mahaesa dalam bahasa Pali adalah "Atthi Ajatang Abhutang Akatang Asamkhatang" yang artinya "Suatu Yang Tidak Dilahirkan, Tidak Dijelmakan, Tidak Diciptakan dan Yang Mutlak". Dalam hal ini, Ketuhanan Yang Mahaesa adalah suatu yang tanpa aku (anatta), yang tidak dapat dipersonifikasikan dan yang tidak dapat digambarkan dalam bentuk apa pun. Tetapi dengan adanya Yang Mutlak, yang tidak berkondisi (asamkhata) maka manusia yang berkondisi (samkhata) dapat mencapai kebebasan dari lingkaran kehidupan (samsara) dengan cara bermeditasi.

Dengan membaca konsep Ketuhanan Yang Mahaesa ini, kita dapat melihat bahwa konsep Ketuhanan dalam agama Buddha adalah berlainan dengan konsep Ketuhanan yang diyakini oleh agama-agama lain. Perbedaan konsep tentang Ketuhanan ini perlu ditekankan di sini, sebab masih banyak umat Buddha yang mencampur-adukkan konsep Ketuhanan menurut agama Buddha dengan konsep Ketuhanan menurut agama-agama lain. Sehingga banyak umat Buddha yang menganggap bahwa konsep Ketuhanan dalam agama Buddha adalah sama dengan konsep Ketuhanan dalam agama-agama lain. Hal inilah yang menjadi dasar penulisan ini.

Bila kita mempelajari ajaran agama Buddha seperti yang terdapat dalam kitab suci Tripitaka, maka bukan hanya konsep Ketuhanan yang berbeda dengan konsep Ketuhanan dalam agama lain, tetapi banyak konsep lain yang tidak sama pula. Konsep-konsep agama Buddha yang berlainan dengan konsep-konsep dari agama lain antara lain adalah konsep-konsep tentang : Alam Semesta, Kejadian Bumi dan Manusia, Kehidupan Manusia di Alam Semesta, Kiamat dan Keselamatan atau Kebebasan.

sumber..
http://samaggi-phala.or.id/naskahdamma_dtl.php?id=70&multi=Y&hal=1

beruk

Jumlah posting: 303
Registration date: 30/12/2008

View user profile

Back to top Go down

Re: AGAMA BUDDHA

Post  Merpati Putih on Thu Jan 08, 2009 2:28 pm

"Atthi Ajatang Abhutang Akatang Asamkhatang" yang artinya "Suatu Yang Tidak Dilahirkan, Tidak Dijelmakan, Tidak Diciptakan dan Yang Mutlak". Dalam hal ini, Ketuhanan Yang Mahaesa adalah suatu yang tanpa aku (anatta), yang tidak dapat dipersonifikasikan dan yang tidak dapat digambarkan dalam bentuk apa pun

Sang Gautama Buddha seolah2 telah menghafal QUL HUALLAH HU AHAD. Tentu ada cara menyaksikan limpahan minda Sang Gautama Buddha ni. Citerkan sedikit penyaksian saudara..bolih ker? Question Question Question

_________________
KeAKUANKU SENTIASA ESA.

Merpati Putih
Admin

Jumlah posting: 2448
Registration date: 08/08/2008

View user profile

Back to top Go down

Re: AGAMA BUDDHA

Post  beruk on Thu Jan 08, 2009 10:55 pm

Merpati Putih wrote:

Sang Gautama Buddha seolah2 telah menghafal QUL HUALLAH HU AHAD. Tentu ada cara menyaksikan limpahan minda Sang Gautama Buddha ni. Citerkan sedikit penyaksian saudara..bolih ker? Question Question Question

terus terang saya kurang arif Tuan merpati..saya sendiri pun masih terkial2, saya terdetik nak tahu tentang ajaran agama ini setelah terbaca kata2 dr Uncle Albert Einstein.
Saya kira Tuan Merpatilah sangat arif dlm membuat perbandingan ajaran agama2 dunia..


The religion of the future will be a cosmic religion. It should transcend personal God and avoid dogma and theology. Covering both the natural and the spiritual, it should be based on a religious sense arising from the experience of all things natural and spiritual as a meaningful unity. Buddhism answers this description. If there is any religion that could cope with modern scientific needs it would be Buddhism. (Albert Einstein)

salam hormat Tuan.. cheers

beruk

Jumlah posting: 303
Registration date: 30/12/2008

View user profile

Back to top Go down

Re: AGAMA BUDDHA

Post  Merpati Putih on Thu Jan 08, 2009 11:26 pm

The religion of the future will be a cosmic religion. It should transcend personal God and avoid dogma and theology. Covering both the natural and the spiritual, it should be based on a religious sense arising from the experience of all things natural and spiritual as a meaningful unity. Buddhism answers this description. If there is any religion that could cope with modern scientific needs it would be Buddhism. (Albert Einstein)

Sdr.
Ugama yang mendatang 'kemungkinan' bersifat kosmik (hipotesis saintifik), melampaui 'ketuhanan diri', tanpa mengaitkan dan bersandar kepada dogma/ kesangkaan dan 'perbahasan ilmu ketuhanan'. TIADA LAGI UNKAPAN KETUHANAN.

Saya tidak juga bersandar kepada dogma Buddhisma, walaupun ada ciri2 manipulasi kosmik pada doktrin Sang Gautama. Dogma Buddhisma hanya bersifat memori silam yang akan lenyap ditelan zaman. Penambahan kosmik pada dogma ugama buddha adalah evolusi pembaharuan olih penganut2nya pada zaman modern, tidak ada pada zaman Sang Gautama sendiri.

Saya berkeyaqinan bahawa pasti ada ujud 'MAHA PENCIPTA', tanpa berpaut dengan berita2 dari dengar2.

Satu keanihan ialah : bagaimana minda/ otak yang bersifat cecair, darah, daging, air, urat2 layak diungkapkan berfikir.. dan mata juga bersifat sedemikian.. dan juga tidak layak dikatakan melihat. Bahkan saya menyaksikan keseluruhan ujud bukanlah seperti yang di lihat olih mata biologi......Sambungan

_________________
KeAKUANKU SENTIASA ESA.

Merpati Putih
Admin

Jumlah posting: 2448
Registration date: 08/08/2008

View user profile

Back to top Go down

Re: AGAMA BUDDHA

Post  beruk on Fri Jan 09, 2009 12:08 am

Merpati Putih wrote:
The religion of the future will be a cosmic religion. It should transcend personal God and avoid dogma and theology. Covering both the natural and the spiritual, it should be based on a religious sense arising from the experience of all things natural and spiritual as a meaningful unity. Buddhism answers this description. If there is any religion that could cope with modern scientific needs it would be Buddhism. (Albert Einstein)

Sdr.
Ugama yang mendatang 'kemungkinan' bersifat kosmik (hipotesis saintifik), melampaui 'ketuhanan diri', tanpa mengaitkan dan bersandar kepada dogma/ kesangkaan dan 'perbahasan ilmu ketuhanan'. TIADA LAGI UNKAPAN KETUHANAN.

Saya tidak juga bersandar kepada dogma Buddhisma, walaupun ada ciri2 manipulasi kosmik pada doktrin Sang Gautama. Dogma Buddhisma hanya bersifat memori silam yang akan lenyap ditelan zaman. Penambahan kosmik pada dogma ugama buddha adalah evolusi pembaharuan olih penganut2nya pada zaman modern, tidak ada pada zaman Sang Gautama sendiri.

Saya berkeyaqinan bahawa pasti ada ujud 'MAHA PENCIPTA', tanpa berpaut dengan berita2 dari dengar2.

Satu keanihan ialah : bagaimana minda/ otak yang bersifat cecair, darah, daging, air, urat2 layak diungkapkan berfikir.. dan mata juga bersifat sedemikian.. dan juga tidak layak dikatakan melihat. Bahkan saya menyaksikan keseluruhan ujud bukanlah seperti yang di lihat olih mata biologi......Sambungan

Nampaknya Tuan Merpati berkongsi pendapat dgn Sang Buddha jugalah...walaupun hanya sedikit
Laughing Laughing

Penambahan kosmik pada dogma ugama buddha adalah evolusi pembaharuan olih penganut2nya pada zaman modern, tidak ada pada zaman Sang Gautama sendiri
kalo ini adalah tanggapan Tuan Merpati, apa kata kita bersama2 mengkajinya..jgn terus menghakiminya tanpa soal selidik..

MAHA PENCIPTA dr Perspektif Buddha ialah KEJAHILAN Question Question

Question

beruk

Jumlah posting: 303
Registration date: 30/12/2008

View user profile

Back to top Go down

Re: AGAMA BUDDHA

Post  Merpati Putih on Fri Jan 09, 2009 12:25 am

MAHA PENCIPTA dr Perspektif Buddha ialah KEJAHILAN Question Question

Mmng ada keserasian saya dalam daerah ini, kerana 'KEJAHILAN' adalah puncak persepsi haqaiqat...Infiniti '0'. Kita buat pun infiniti '0', ta' buat pun infiniti '0', lihat pun infiniti '0', ta' lihat pun infiniti '0'. atau diungkapkan 'semata ujud zat fikriyah insan' atau MONISMA/ non-material perseption. Ujud adalah berkeadaan Konstan.

Pasti ada caranya menyaksikan fenomena ini pada diri kita, dan bukan terka2 jer.

_________________
KeAKUANKU SENTIASA ESA.

Merpati Putih
Admin

Jumlah posting: 2448
Registration date: 08/08/2008

View user profile

Back to top Go down

Re: AGAMA BUDDHA

Post  beruk on Fri Jan 09, 2009 10:19 am

Hukum Alam adalah bersifat "kelaziman" iaitu "kelaziman alam" yang tiada kaitan dengan Pencipta dan tidak ada kaitan dengan kelahiran agama. Semenjak dahulu kala, sebelum lahirnya agama, "kelaziman" ini telah ada. Buddha menjumpai "kelaziman alam" ini melalui Pencerahan Sempurna dan mengkhabarkan kepada umat manusia agar umat manusia dapat mengetahui kebenaran yang terselindung sejak sekian lama. Kebenaran ini boleh dikatakan kebesaran alam yang tidak terjangkau oleh akal manusia biasa. Kerana tidak berupaya menjangkau kebenaran ini, maka manusia terpedaya dan terpercaya bahawa alam wujud kerana ada Pencipta.

*(Perdebatan tentang Pencipta tidak pernah menemukan titik persamaan sejak dahulu sehinggalah sekarang)- penterjemah.

Konsep Tri-Laksana (The Three Characteristics of Existence) terbahagi kepada 3 kebenaran utama iaitu:

1. Segala Sankhara tidak kekal (Sabbe Sankhara anicca) - Impermanence

2. Segala Sangkhara sengsara (Sabbe Sankhara dukkha) - Stress and Conflict

3. Segala Dhamma tiada diri sendiri (Sabbe Dhamma anatta) - Soullessness

Tri-Laksana juga dipanggil sebagai "Keadaan yang Lazim" yang bererti semua benda adalah "sama" kerana semuanya tertakluk di bawah konsep ini. "Sama" di sini bermaksud semua benda tidak boleh melarikan diri daripada hukum alam ini.

-------------------------------------------------------------------------------------------------
Hukum Alam

1. Hukum berkaitan iklam atau cuaca (Physical inorganic order)

2. Hukum berkaitan keturunan, persenyawaan dan karma kelahiran (Physical organic order)

3. Hukum berkaitan tingkah laku dan pembalasan karma (order of act and result)

4. Hukum berkaitan norma, pertalian dan sebab musabab (order of the norm)

5. Hukum berkaitan fungsi minda (Psychic law)

-------------------------------------------------------------------------------------------------

Berkaitan dengan makhluk, Buddha mengatakan makhluk/manusia terdiri daripada Khanda 5 iaitu Rupa, Vedana, Sanna, Sankhara dan Vinna. Gabungan kelima-lima perkara inilah yang membentuk "diri" kita. "Diri" kita inilah yang menutup kebenaran "anatta" sehingga kita terpedaya bahawa kita ada diri (atta). Sebab itulah Buddha mengajar kita agar menghayati kematian yakni menghayati mayat yang reput sedikit demi sedikit sehingga akhirnya tiada apa -apa langsung untuk membuktikan bahawa "diri" sebenarnya tiada.

Terdapat beberapa orang intelek Hindu dan Barat yang terkemuka berusaha membuktikan bahawa Buddha tidak menafikan Atta atau Attaman pada tahap tinggi. Sebaliknya, Buddha cuma menafikan perkara-perkara yang biasa. Menurut mereka lagi, Buddha juga menafikan Khanda 5 adalah "atta" untuk mengelakkan manusia terkeliru lalu melekat pada Khanda 5 kerana "atta" yang sebenar ada tetapi bukan Khanda 5. Malah mereka mengangkat pelbagai sutta untuk membuktikan bahawa Buddha tidak menafikan "atta" pada tahap tinggi dan kata mereka lagi, Nibbana mempunyai keadaan yang sama dengan "atta". Dalam perkataan lain, bagi mereka Nibbana adalah atta.

Kesilapan ini berpunca daripada asas pendidikan para intelek tersebut. Menjadi kebiasaan bagi orang yang mendapat pendidikan dalam sistem pendidikan yang mempercayai konsep "atta" atau "attaman" cenderung mewujudkan "atta" untuk memenuhi kehendak minda bawah sedar mereka. Kerana biasa dengan "atta", mereka takut apabila kehilangan "atta" yang berbentuk Khanda 5, mereka tiada "atta" lain untuk dipegang, oleh itu mereka terpaksa mencari "atta" baru untuk dijadikan pegangan. Umpama kanak-kanak yang belajar bertatih, apabila tangan kanan terpaksa melepaskan tempat pegangan, tangan kiri mesti mencari tempat pegangan baru untuk mengelakkan daripada terjatuh.

Dalam ajarannya, Buddha tidak berhasrat agar umatnya melepaskan satu benda untuk memegang benda lain. Bukan kebebasan namanya apabila manusia dibebaskan dari satu tempat untuk dikurungkan di tempat lain. Apakah bezanya apabila seorang banduan dibebaskan dari penjara Kajang untuk dikurungkan di penjara Sungai Buloh. Itu bukan kebebasan namanya tetapi berpindah kurungan.

Kebebasan manusia (minda) mesti bersifat mutlak

dipetik dr..dhammathaiblogspot

beruk

Jumlah posting: 303
Registration date: 30/12/2008

View user profile

Back to top Go down

Re: AGAMA BUDDHA

Post  Merpati Putih on Sat Jan 10, 2009 2:22 pm

Hukum Alam adalah bersifat "kelaziman" iaitu "kelaziman alam" yang tiada kaitan dengan Pencipta dan tidak ada kaitan dengan kelahiran agama. Semenjak dahulu kala, sebelum lahirnya agama, "kelaziman" ini telah ada. Buddha menjumpai "kelaziman alam" ini melalui Pencerahan Sempurna dan mengkhabarkan kepada umat manusia agar umat manusia dapat mengetahui kebenaran yang terselindung sejak sekian lama. Kebenaran ini boleh dikatakan kebesaran alam yang tidak terjangkau oleh akal manusia biasa. Kerana tidak berupaya menjangkau kebenaran ini, maka manusia terpedaya dan terpercaya bahawa alam wujud kerana ada Pencipta.

Sdr.
Disini saya menerka, mungkin ada jalur pemisah diantara persepsi kita tentang 'PENCIPTA'. Sdr. mungkin terarah kepada 'TIADA PENCIPTA'. Saya pula terjurus kepada 'PENCIPTA ILUSI2'. bagaimanapun ini tidak bermaana kita terhenti dalam perbahasan... kita teruskan

Hukum Alam adalah bersifat "kelaziman" iaitu "kelaziman alam" yang tiada kaitan dengan Pencipta dan tidak ada kaitan dengan kelahiran agama.

Saya agak serasi dengan ungkapan ini pada dasarnya. Adalah jelas bahawa hukum Alam tidak berkaitan dengan Pencipta dan kelahiran ugama. Saya amat bersetuju,kerana apa yang kita pandang, kita dengar, kita rasa.. serta keseluruhan persepsi, cuma ilusi2 semata2. ilus2 = mimpi = infiniti '0', tanpa bermaksud apa2. Meskipun demikian ilusi2 ini tidak berada dengan sendirinya tanpa 'PENCIPTA MIMPI2'.

Kalau kita berbicara tentang zarah yang pertama ujud. untuk berevolusi sampai keaadaan sekarang umpamanya: zarah/ atom ini pasti ada penciptanya atau atom itu adalah sifat 'PENCIPTA' sendiri. Secara logiknya mesti ada 'PENCIPTA' yang ujud tanpa awalan.

Pada awal evolusi zarah, jelas tiada ugama dan pencipta, kerana tiada ujud manusia yang berfantasi tentang 'TUHAN'. Ugama2 adalah evolusi ketuhan itu sendiri dalam mentadbir ilusi2. Hukum 'kelaziman' yang besifat negatif dan positif adala perlu bagi perseimbangan dan kerapian dalam evolusi. Hukum2 evolusi diterjemahkan manusia sebagai hukum2 ugama dalam menjalani 'jaringan hayat', walaupun kaitannya dengan hidup selepas mati, bersangatanlah kabur.

Manusia jelas berada dalam 'terpedaya' kerana percaya alam ujud kerana pencipta, kerana terbelenggunya persepsi kearah dengar2, tanpa penelitian. Walau bagaimanapun ini tetap sebahgian dari karma2 evolusi ilusi2.

*(Perdebatan tentang Pencipta tidak pernah menemukan titik persamaan sejak dahulu sehinggalah sekarang)- penterjemah.

...kita sambung lagi.



affraid

_________________
KeAKUANKU SENTIASA ESA.

Merpati Putih
Admin

Jumlah posting: 2448
Registration date: 08/08/2008

View user profile

Back to top Go down

Re: AGAMA BUDDHA

Post  beruk on Mon Jan 12, 2009 10:00 am

Merpati Putih wrote:[justify]

Sdr.
Disini saya menerka, mungkin ada jalur pemisah diantara persepsi kita tentang 'PENCIPTA'. Sdr. mungkin terarah kepada 'TIADA PENCIPTA'. Saya pula terjurus kepada 'PENCIPTA ILUSI2'. bagaimanapun ini tidak bermaana kita terhenti dalam perbahasan... kita teruskan

Hukum Alam adalah bersifat "kelaziman" iaitu "kelaziman alam" yang tiada kaitan dengan Pencipta dan tidak ada kaitan dengan kelahiran agama.

Saya agak serasi dengan ungkapan ini pada dasarnya. Adalah jelas bahawa hukum Alam tidak berkaitan dengan Pencipta dan kelahiran ugama. Saya amat bersetuju,kerana apa yang kita pandang, kita dengar, kita rasa.. serta keseluruhan persepsi, cuma ilusi2 semata2. ilus2 = mimpi = infiniti '0', tanpa bermaksud apa2. Meskipun demikian ilusi2 ini tidak berada dengan sendirinya tanpa 'PENCIPTA MIMPI2'.



...kita sambung lagi.


Apa bezanya antara tiada PENCIPTA dgn PENCIPTA ILLUSI2 ??bagi saya kedua2 istilah hampir serupa ataupun langsung boleh dikatakan sama..

segala CIPTAAN adalah bersandarkan kpd hukum RELATIVELY (Albert Einstein`s Theory of Relativity) kerana ini ada maka itu akan ada...kerana ini tiada maka itu juga tiada.. cyclops

bersambung..

beruk

Jumlah posting: 303
Registration date: 30/12/2008

View user profile

Back to top Go down

Re: AGAMA BUDDHA

Post  Merpati Putih on Mon Jan 12, 2009 10:41 am

Apa bezanya antara tiada PENCIPTA dgn PENCIPTA ILLUSI2 ??bagi saya kedua2 istilah hampir serupa ataupun langsung boleh dikatakan sama..

segala CIPTAAN adalah bersandarkan kpd hukum RELATIVELY (Albert Einstein`s Theory of Relativity) kerana ini ada maka itu akan ada...kerana ini tiada maka itu juga tiada..


Kalau kita mengambil phrase 'NISBAH BEZA', yang jelasnya pasti ada perbezaan. Dengan perbezaan pendapat2 memungkinkan kita berbahas. Sekiranya kita melihat kepada 'kesetaraan' bahawasanya persepsi2 kita cuma frekuensi/ jalur ombak minda semata2, maka terhentilah perbahasan kita.

Senikata2 adalah dualiti/ pluralisma, manifestasi gelombang2 perasaan jer. Tanpa terjemahan relativiti ini... sangatlah membosankan: Kelu lidah, pekak telinga, seumpama 'Pencipta' yang tidur nyenyak, tanpa mimpi2.

'Dengan Aku apa yang telah ada, dan dengan Aku apa yang akan ada'. Inilah keanihan mindaKU.

teruskan lagi.. alangkah indahnya ilusi ni. Evil or Very Mad Evil or Very Mad

_________________
KeAKUANKU SENTIASA ESA.

Merpati Putih
Admin

Jumlah posting: 2448
Registration date: 08/08/2008

View user profile

Back to top Go down

Re: AGAMA BUDDHA

Post  ferolled on Mon Jan 12, 2009 12:52 pm

Di lubuk keanehan ini,

Bukankah ADAnya SANG PENCIPTA adalah ilusi SANG PENCIPTA itu sendiri?
Tidakkah SANG PENCIPTA itu adalah KETIADAAN INFINITI YANG MUTLAK (awal dan akhir)?

Di sini bermulanya perbahasan ini...

ferolled

Jumlah posting: 252
Registration date: 20/11/2008

View user profile http://www.ondakompun.blogspot.com

Back to top Go down

Re: AGAMA BUDDHA

Post  beruk on Mon Jan 12, 2009 1:15 pm

Merpati Putih wrote:

Senikata2 adalah dualiti/ pluralisma, manifestasi gelombang2 perasaan jer. Tanpa terjemahan relativiti ini... sangatlah membosankan: Kelu lidah, pekak telinga, seumpama 'Pencipta' yang tidur nyenyak, tanpa mimpi2.




Dunia ini jelas dipenuhi dengan berbagai jenis penderitaan seperti kematian, ketidakkekalan, kesengsaraan, ratapan, kesakitan, kerungsingan dan sebagainya. Buddha telah menunjukkan bahawa kelahiran (Jati) membawa bersamanya penderitaan. Jika tiada kelahiran, maka tiada skop bagi penderitaan.


S : Mengapakah terdapat kelahiran?
J : Proses sub – sedar (sub – conscious) akan wujud sebagai gabungan minda dan jasad (Nama – rupa) (bhava) mengakibatkan kelahiran. Di dalam ertikata lain, di mana terdapat bhava, di situ terdapat kelahiran.
S : Apakah yang mengakibatkan pembentukan gabungan minda dan jasad?
J : Fikiran yang dikuasai oleh tanha (nafsu keinginan) mengakibatkan pembentukan kecenderungan kamma serta pembentukan gabungan minda – jasad.
S: Apakah yang mengakibatkan perpautan?
J : Tanha mengakibatkan perpautan.
S : Apakah yang menghasilkan tanha?
J : Tanha dihasilkan oleh sensasi atau perasaan (vedana).
S : Apakah yang menghasilkan perasaan?
J : Pertemuan (deria dengan objeknya) menghasilkan perasaan.
S : Mengapakah terdapat pertemuan sebegitu?
J : Enam dasar – deria (salayatana) merupakan punca pertemuan tersebut.
S : Bagaimanakah enam dasar – deria itu wujud?
J : Gabungan psiko – fizikal (nama – rupa) menghasilkan enam dasar – deria tersebut.
S : Bagaimanakah gabungan psiko – fizikal tersebut wujud?
J : Dengan munculnya kesedaran deria (consciousness) yang pasif (vinnana atau vipaka citta), gabungan psiko – fizikal wujud.
S : Bagaimanakah kesedaran deria pasif ini wujud?
J : Kesedaran deria pasif ini terhasil akibat tenaga kamma.
S : Bagaimanakah tenaga kamma (sankhara) muncul?
J : Bergantung kepada kejahilan (avijja) yang merupakan salah satu rupa luaran tanha, tenaga kamma wujud.
S = Soalan J = Jawapan




Jadi, jelaslah bahawa kejahilan (avijja) merupakan punca seluruh proses tersebut. Akan tetapi, kejahilan tidak boleh dikaitkan sebagai satu sebab metafizikal atau satu prinsip kosmo, tetapi merupakan satu syarat di mana perkembangan tersebut berlaku. Bergantung kepada satu, yang satu lagi muncul. Sebenarnya, inilah pembentukan yang bersyarat, “Paticca Samuppada”. Seluruh siri ini boleh dipanggil kitaran kewujudan, “bhava cakka”. Setiap hubungan boleh digabungkan dengan yang satu lagi. Hubungan ini (misalnya kejahilan, tenaga Kamma, dan sebagainya) dikenali sebagai Dua Belas Jari Kitaran Kewujudan (Paticca Samuppada).
Jejari ini dihubungkan dengan masa lampau, kini dan masa hadapan secara berturut – turut. Di dalam kewujudan yang lepas terdapat kejahilan dan tenaga Kamma. Di dalam lingkungan hidup kini, terdapat kesedaran deria yang reaktif, gabungan psiko – fizikal, enam dasar – deria, pertemuan, sensasi, tanha, perpautan dan pembentukan kecenderungan kamma. Pada masa hadapan, terdapat tumimbal lahir dan penderitaan – penderitaan yang bersangkutan. Justeru itu, kitaran kewujudan yang dikaitkan dengan tempoh masa yang lampau, kini dan masa hadapan akan berterusan

beruk

Jumlah posting: 303
Registration date: 30/12/2008

View user profile

Back to top Go down

Re: AGAMA BUDDHA

Post  Merpati Putih on Mon Jan 12, 2009 10:04 pm

S : Mengapakah terdapat kelahiran?
J : Proses sub – sedar (sub – conscious) akan wujud sebagai gabungan minda dan jasad (Nama – rupa) (bhava) mengakibatkan kelahiran. Di dalam ertikata lain, di mana terdapat bhava, di situ terdapat kelahiran.

Sub-concious/ Alam syuhud wal malakut teralirnya persepsi kearah material dualisma, seolah2 berada diluar minda. Transmissi didaerah gelombang fikir yang mena'jubkan, walhal ia adalah kelahiran besifat tanpa maksud.

HanyaTeori monisma/ kelenyapan fikir atau total concious dapat menyelesaikan persoalan yang bercelaru ini.


bersambung....

_________________
KeAKUANKU SENTIASA ESA.

Merpati Putih
Admin

Jumlah posting: 2448
Registration date: 08/08/2008

View user profile

Back to top Go down

Re: AGAMA BUDDHA

Post  Merpati Putih on Mon Jan 12, 2009 10:26 pm

Sdr Hanuman @ beruk,
Bolih ker sdr buat list tentang term sanskrit buddha kedalam bahasa melayu. Tahu sajer ler saya ni bukan pakar ugama buddha.

_________________
KeAKUANKU SENTIASA ESA.

Merpati Putih
Admin

Jumlah posting: 2448
Registration date: 08/08/2008

View user profile

Back to top Go down

Page 1 of 3 1, 2, 3  Next

View previous topic View next topic Back to top


Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum